SEMUA KESALAHAN KEMBALI PADAKU

Januari 19, 2008 adhiani

   Hey, baca artikel ku yach?! Sayang kali ini artikel ku kali ini mengulas hal-hal yang mungkin akan membosankan bagi yang nggak berminat. By the way, kemarin aku habis ada Ujian Tengah semester, semua mata pelajaran di ujikan. Semua belajar dengan sungguh-sungguh. Termasuk aku tentunya. Aku tentu sangat berharap dapet nilai yang memuaskan biar ortu ku bisa bangga, lagipula aku ikut program akselerasi( SMP di tempuh dalam 2 tahun). Aku berusaha untuk bisa menguasai semua mata pelajaran dengan mengerahkan seluruh kemampuan yang ada di dalam diriku secara maksimal. Aku pun tak lupa untuk berdoa kepada Tuhan karena hanya kepada-Nyalah aku bisa berharap.

   Dengan berharap-harap cemas aku menantikan kabar gembira bahwa aku mendapat nilai bagus. Dalam mata pelajaran apapun. Alhamdulillah, aku lolos di mata pelajaran matematika, dan bahasa inggris, tapi suatu kekecewaan muncul di benakku, di kolom sebelah pojok kanan kertas ulangan TIK ku tertera bahwa aku mendapat nilai 60 untuk mata pelajaran yang mengulas masalah perkomputeran itu. Oh my God,60??!!

   Astaga di mana letak kesalahan ku yach?? Padahal aku benar benar ingin di semester kali ini aku bisa dapet nilai yang memuaskan. Ya Robbi, apa yang kurang maksimal dari semua usahaku? Dan seketika itu pula aku mulai menyalahkan diriku sendiri. Ku coba kembali ke saat di mana aku akan menghadapi ulangan TIK. Ah, apa yach?

Sabtu,12 Januari 2008 

 Astaga lihatlah sesosok aku yang berjalan mamasuki gerbang SMPN 5 yang berdiri dengan megahnya di Jalan WR. Suparatman no 12 itu. Aku melenggang dengan tenangnya setelah turun dari mobil ‘ayahku’ yang bernomor polisi ‘N 875 AG’ dengan tulisan Avanza yang tertera dengan apiknya di balik body si roda empat yang berwarna silver itu. Lalu, aku mulai memasuki kelasku yang terletak di lantai bawah tepatnya sebelah gudang olahraga.

    Sepi, suasana di kelas yang di lengkapi AC itu masih tidak menampakkan tanda-tanda ada seseorang di sana. Aku bisa memakluminya karena jarum jam di dinding masih menunjukkan pukul 06.50. Sebenarnya aku baru akan macuk pukul 08.30. Fyuh, masih kurang berapa jam lagi yach? Ya mau gimana lagi, mama sama papa pergi ke Bali (kalo papa emang kerja di Bali) trus mama nemanin papa di sana, tante ke Madura sama tetanggaku. Alhasil, aku berempat sama kakak-kakakku tinggal di rumah sendirian. Tapi akhirnya ada Budhe yang nemenin kita dirumah. Yah tapi aku nggak terlalu mengeluhkan kenapa mama mesti ke Bali waktu aku mau ada ujian. Maklumlah, papa khan di sana sendirian, khan kasian juga kalau gitu. Dari dulu kerja di pegadaian papa pindah-pindah terus kotanya. Sebenarnya dulu kami sudah berencana agar kami ikut ke mana papa kerja. Tapi karena mempertimbangkan kalau papa pindah-pindah terus masa’ kami harus terus pindah-pindah kesana-kemari? Khan jadi susah ngurusin sekolahnya. Sekarang papa kerja di pegadaian cabang utama di Denpasar,Bali. Ya sudah lebih baik nggak usah membahas lebih jauh mengenai keluargaku, ntar gak kelar-kelar lagi tulisannya. Ya, kembali ke pokok bahasan, mamaku juga takut kalau aku naik angkot sendirian, maklum aku juga belum biasa ke mana-mana naik angkot, karena biasanya emang aku di antar ke mana-mana. Jadinya aku harus ikut kakakku berangkat pagi-pagi sama sopirku. 

   Setelah tahu kalau di kelas masih sepi, ku buka semua jendela agar tidak gelap. Soalnya, aku juga orangnya agak takut sam kegelapan. Trus aku mulai baca-baca buku TIK ku di kursi di kelas yang paling depan dan yang paling dekat dari pintu. Tapi tetap saja aku nggak bisa konsentrasi karena takut, padahal belum ada satupun kata-kata dalam buku itu yang ku mengerti. “Aduh gimana nich?”, aku bergumam di dalam hati. Aku juga takut nggak bisa ngerjain soal-soal ujian ntar.

   Nggak lama, Eno(Fathiir) dateng sama Trimaryanto. Fyuh, aku ngerasa agak lega. Tapi akhirnya aku nggak malah belajar malah asyik ngobrol sama Eno & Trimaryanto. Yah, begitulah dan pada akhirnya aku jadi lupa tujuan ku untuk belajar.

   Aku ngaku salah dech! Semua kesalahan itu emang harusnya kembali kepadaku. Aku kurang gigih dalam belajar, aku juga nggak serius dan mudah lupa sama tujuan awalku. Aku juga nggak tahu kenapa aku bisa jadi begini. Padahal dulu waktu aku masih di SD aku anak yang rajin banget dan nggak pernah dapet nilai yang buruk diujian. Aku selalu menyandang predikat peringkat tiga besar dulu. Yah itu dulu, dan nggak ada gunanya juga untuk aku menyesali apa yang udah terjadi. Yang aku ucapin cuma maaf,maaf, dan maaf untuk guru TIK ku yang sekarang mungkin sedang kecewa karena ulahku, atau bahkan juga ulah tenam-temanku. Dan juga untuk kedua orang tuaku, yang juga sudah susah payah cari uang buat aku juga tapi akunya yang nggak sungguh-sungguh waktu belajar.

    Pak Arif ada satu cuplikan lagu yang menurut aku cocok banget buat anda:

‘guru bak pelita, penerang dalam gulita, jasamu tiada tara…….’

NB:Maaf kalau banyak kata-kata yang kurang baku ya,Pak!He..he…    

            

Entry Filed under: Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Laman

Kategori

Kalender

Januari 2008
S S R K J S M
    Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Most Recent Posts

 
%d blogger menyukai ini: